BERUBAH DIANTARA PERUBAHAN I

KASIH KARUNIA MEMBUAT KITA BERUBAH

TERGILA-GILA PADA YESUS

KEHIDUPAN YANG BERBUAH

TERHILANG DAN DITEMUKAN KEMBALI


Seorang wanita yang memiliki masa lalu paling buruk di dalam Alkitab yang bernama Rahab, yaitu seorang pahlawan wanita dari Yerikho. Yerikho merupakan kunci bagi semua bangsa Irael agar dapat masuk ke dalam Tanah Perjanjian. Saat Yosua akan
mengalahkan musuh-musuh Allah di Kanaan, dia harus menakloukan Yerikho terlebih dahulu. Penduduk Yerikho sangat menyadari hal ini dan sudah memperlengkapi diri mereka dengan senjata dan tentara untuk melindungi kota mereka.

Pada saat Yosua mengirim dua pengintai ke kota itu, mereka pun pergi ke rumah Rahab. Rahab adalah seorang wanita yang memiliki reputasi buruk di kota itu. Dia adalah seorang perempuan sundal. Oleh karena itu, merpakan hal yang biasa jika orang melihat ada laki-laki yang datang dan pergi dari rumahnya. Orang tidak akan menaruh curiga kalau Rahab, perempuan sundal itu, ternyata dipilih Allah untuk memainkan sebuah peran khusus untuk menyatakan rencanaNya.

Rahab menyambut kedua pengintai itu dan menyembunyikan mereka dari kejaran orang-orang suruhan raja. Ketika orang-orang suruhan raja itu datang ke rumahnya untuk menanyakan tentang kedua laki-laki itu, Rahab berkata, “Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka, dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, kemana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka.” (Yosua 2:4-5)

Sebenarnya, kedua pengintai itu disembunyikan di atas sotoh rumahnya. Namun ketika Rahab membohongi orang-orang suruhan itu supaya mereka pergi ke arah yang salah, mereka percaya pada apa yang dikatakannya dan bergegas pergi untuk mengejar musuh mereka sampai keluar kota. Untuk membalas kebaikan yang telah dilakukan Rahab kedua pengintai itu menjanjikan sesuatu kepada Rahab, yaitu mereka berjanji akan menyelamatkan dia dan keluarganya pada saat Yosua dan pasukannya datang untuk menghancurkan Yerikho.

Hal yang paling membuat saya kagum pada kisah ini adalah bahwa Allah memakai seorang wanita Kanaan, seorang wanita dari keturunan Ham yang memiliki reputasi buruk dan profesi yang sangat memalukan, untuk membuktikan bahwa kasih karunia-Nya itu memang cukup untuk siapa saja. Rahmat-Nya dicurahkan kepada semua orang yang mau bertobat. Keselamatan-Nya diberikan secara Cuma-Cuma kepada semua orang yang mau mengakui-Nya sebagai Tuhan dan menerima-Nya sebagai Tuan atas kehidupan mereka. Seluruh hidup Rahap telah terhilang di tengah-tengah hutan belantara dosa. Namun, kemuliaan dia ditemukan kembali oleh Bapa sorgawi yang menghargai sikap hatinya dan bukan hanya hidupnya diselamatkan, tetapi juga namanya dengan hormat dicantumkan di dalam silsilah Yesus Kristus (Matius 1:5; Ibrani 11:31).

Lihat sahabatku, Allah tidak membuat perbedaan berdasarkan suku bangsa, ras, kasta, ataupun jenis kelamin. Dia menciptakan kita semua dan mengasihi kita dnegan kasih yang sama. Kristus datang untuk menyingkirkan tembok-tembok pemisah yagn ada di antara kita dnegan Bapa-Nya supaya setiap orang yang emnginginkannya dapat menjadi bagian di dalam keluarga-Nya. Rencana Allah adalah bagi kita semua, yaitu agar kita berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat dan memuji-Nya seperti yang dilakukan anak-Nya, Rahab. Meskipun kita tidak menaati hukum-hukumNya, tetapi Dia memutusan untuk membebaskan kita di bawah perjanjian baru yang dibuat oleh Yesus Kristus. Sama seperti Dia menyelamatkan Rahab, bukan hanya dari kematian tetapi juga dari cengkeraman dosanya, Dia juga merencanakan untuk menyelamatkan masing-masing kita dari nasib kita yang menjauhkan kita dari Dia. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9).

Sahabatku, jika Anda terhilang, anda dapat ditemukan kembali. Akuilah kebutuhan Anda akan seorang juruselamat dan hormatilah Allah seperti yang telah dilakukan oleh Rahab. Tidak perduli siapa anda atau dimana anda berada. Itulah sebabnya mengapa kasih karunia-Nya itu merupakan suatu anugerah yang sangat mengagumkan. Kasih karunia-Nya itu menyelamatkan orang-orang celaka dan malang seperti Rahab. Terimalah anugerah-Nya, sahabatku. Kehadiran Anda disambut dengan sukacita di dalam keluarga Allah.

Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani,

Tidak ada hamba atau orang merdeka,

Tidak ada laki-laki atau perempuan,

Karena kamu semua adalah Satu

Di dalam Kristus Yesus

Galatia 3:28


http://bit.ly/hs4fKS


GOD's Perfect Time - Waktu Sempurnanya Tuhan

God's Perfect Time

Waktu Sempurnanya Tuhan



Jacob's love for her, so she said: "I want to work for you seven years for Rachel, the younger son was." (Genesis 29:18)


Have you ever met someone in a meeting and something sparks flying at the time? You pay attention to not only color but also the man's eyes sparkle in his eye that seems to invite you to explore that person deeper. That is what happened between Jacob and Rachel. Genesis 29:17 says that Rachel is so captivating in appearance and also beautiful. Jacob fell in love so deep on Rachel until he was willing to work for the girl's father for seven years just to marry her.


If you're faced with a situation of Jacob, would you work for seven years for the one you love? Just think back to what you do seven years ago. Do you work at the same job as you work today? Attending the same church? Gathered by the same person?. Our lives changed a lot over the last seven years, is not it?


Imagine what Rachel must feel. He found the man she wanted to marry and then have to be around him often during the next seven years without being able to marry. He must have struggled with doubts about whether they will marry. Then, when the time finally came, he might have suffered devastation when he discovered that his father has been deceiving the man she loved with a married man dreams of his own sister, Lea.


What Rachel may not understand at the time was that God ultimately brings the Savior to the world through the descendants of blood between Jacob and Leah. Jesus is the offspring of the marriage based on lies - at least on a global level - but God has bigger plans. Rachel Jacob eventually married in God's best time.


God authored the events in our life to serve His glory. Like Rachel, we do not know when the Lord for our future, but we can believe that just as God knows what He did for Rachel, she also knew what He did for our lives.



Digging Deeper Genesis 29:18

1. Have you ever fallen in love with someone it's just God telling you to wait for marriage?
2. Have you ever asked about the timing of God? Explain ...
3. What do you do during the waiting period?
4. Have you ever wondered about the big picture? That God is at work making up the events in your life for His glory? Or you even more focused on yourself? Explain ...
5. How does this verse can change your life path in dealing with relationships in the future if God tells you to wait for marriage?

*******

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." (Kejadian 29:18)

Pernahkah kamu menemui seseorang dalam suatu pertemuan dan sesuatu percikan terbang saat itu? Kamu memperhatikan bukan hanya warna mata orang itu namun juga kilauan di matanya yang tampaknya mengundang kamu untuk mengeksplorasi orang itu lebih dalam lagi. Itulah yang terjadi antara Yakub dan Rahel. Kejadian 29:17 mengatakan bahwa Rahel begitu menawan dalam penampilan dan juga cantik. Yakub jatuh cinta begitu dalam pada Rahel hingga ia bersedia bekerja buat ayah sang gadis selama tujuh tahun hanya untuk menikahinya.

Jika kamu dihadapkan pada situasi Yakub, maukah anda bekerja selama tujuh tahun untuk seorang yang kamu cintai? Coba pikirkan kembali apa yang kamu kerjakan tujuh tahun yang lalu. Apakah kamu bekerja pada pekerjaan yang sama seperti pekerjaan kamu saat ini? Menghadiri gereja yang sama? Berkumpul dengan orang yang sama?. Kehidupan kita berubah banyak selama tujuh tahun terakhir, bukankah begitu?

Bayangkan apa yang Rahel harus rasakan. Dia menemukan pria yang dia ingin nikahi dan kemudian harus sering berada disekelilingnya sepanjang tujuh tahun berikutnya tanpa bisa menikahinya. Dia pasti berjuang dengan kesangsian tentang apakah mereka akan menikah. Kemudian, ketika waktu akhirnya datang, dia mungkin saja mengalami kehancuran ketika menemukan bahwa ayahnya telah menipu pria yang dicintainya dengan menikahkan pria idamannya pada saudara perempuannya sendiri, Lea.

Apa yang Rahel mungkin tidak mengerti pada saat itu adalah bahwa Tuhan pada akhirnya membawa Juruselamat pada dunia melalui darah keturunan antara Yakub dan Lea. Yesus adalah keturunan dari pernikahan yang didasarkan atas kebohongan - paling tidak pada tingkatan yang mendunia - namun Tuhan memiliki rencana yang lebih besar. Rahel pada akhirnya menikahi Yakub dalam waktu terbaiknya Tuhan.

Tuhan mengarang peristiwa dalam kehidupan kita untuk menyajikan kemuliaanNya. Seperti halnya Rahel, kita tidak tahu waktu Tuhan untuk masa depan kita, namun kita dapat mempercayai bahwa seperti halnya Tuhan tahu apa yang sedang Dia kerjakan untuk Rahel, Dia juga tahu apa yang Dia kerjakan bagi hidup kita.

Menggali Lebih Dalam Kejadian 29:18

1. Apakah kamu pernah jatuh cinta pada seseorang hanya saja Tuhan mengatakan padamu untuk menunggu pernikahan?

2. Pernahkah kamu menanyakan tentang waktuNya Tuhan? Jelaskan..

3. Apa yang kamu lakukan selama periode penantian?

4. Pernahkah kamu berpikir tentang gambaran besarnya? Bahwa Tuhan sedang bekerja mengarang peristiwa dalam kehidupan kamu untuk kemuliaanNya? Atau anda justru lebih terfokus pada diri sendiri? Jelaskan...

5. Bagaimana ayat ini bisa mengubah jalan hidup kamu dalam menangani hubungan di masa depan jika Tuhan mengatakan pada kamu untuk menunggu pernikahan

*******

Song of Solomon 8:6a

Close your heart to every love but mine; hold no one in your arms but me. Love is as powerful as death

1 Corinthian 15: 54b – 55

Jesus has conquered the death!

..then shall be brought to pass the saying that is written, Death is swallowed up in victory. O death, where is thy sting? O grave, where is thy victory?

Kidung Agung 8:6a

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut...

1 Korintus 15 : 54b – 55

YESUS telah mengalahkan maut!

..maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?

By:GF. Taking from the Cloves Community.

ANAK YATIM



Faqih: "Eh, ... Bet! Mana kalimat berikut yang benar?
a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya.
b. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya."

Albet: "Pasti... a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!"
Faqih: "Salah."
Albet: "Lalu apa?"
Faqih: "Tidak ada yang benar, anak yatim mana punya ayah?"
Albet: "@#%&@$"


"Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda,
itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus"
(Mazmur 68:6)


http://bit.ly/dXgbKH


APAKAH DIA UNTUKKU



Memilih pasangan hidup memang harus hati-hati. Bibit bobot bebet bukan hanya sekedar nasehat tidak penting dari orang tua. Itu benar-benar sesuatu yang harus dipertimbangkan. Tapi ada beberapa hal sederhana yang bisa membantu anda dalam pendekatan awal untuk bisa mempertimbangkan apakah orang ini layak diperjuangkan untuk menjadi kandidat pasangan anda kedepan nanti.

1. Bagaimana reputasinya? Tidak selamanya mimpi "untuk mengubah seorang yang liar menjadi orang yang baik hati" itu bisa menjadi kenyataan. Karena itu jika reputasi orang yang anda sukai itu sangat buruk di luar sana, anda sebaiknya berhati-hati dan berpikir dua kali.

2. Kenali setiap percakapan dengannya. Dalam percakapan itu, yang penting anda ketahui ialah apakah ia seorang "pecinta diri sendiri" atau bukan. Jika ia tipe yang selalu fokus pada dirinya ketimbang pada anda, ini tanda kurang baik, terutama jika anda ingin serius dengannya di kemudian hari.

3. Ketahui sejarah percintaannya. Apakah orang ini terkenal sebagai si tukang gonta ganti pacar? Jika mantan pacarnya ada 12 padahal umurnya baru 23 tahun, anda benar-benar harus hati-hati, karena itu berarti dia bermasalah dengan satu kata yang berjudul ‘komitmen'. Bisa-bisa anda hanya akan menjadi "pacar nomor 13" untuknya.

4. Apakah anda nyaman bersamanya? Ada orang yang anda sukai tapi membuat anda sendiri tidak nyaman. Mungkin karena bahasanya yang kasar, cara berpakaiannya yang -jujur saja- membuat anda malu, atau tingkah lakunya yang kadang tidak sopan. Jika ya, anda harus mempertimbangkannya baik-baik.

5. Bagaimana ia pada keluarganya. Bagaimana ia memperlakukan keluarganya dan bagaimana ia berhubungan dengan saudara-saudaranya adalah hal penting yang disimak. Peringatan besar muncul jika orang yang anda sukai suka memusuhi adiknya sendiri atau kasar pada orang tuanya.

6. Sadari pengaruh kehadirannya pada kerohanian anda. Ini poin yang paling penting. Sebelum anda dan dia memulai hubungan yang lebih serius, anda harus mulai bisa menilai dari berbagai segi, apakah kehadiran orang istimewa anda itu memberi pengaruh baik bagi sisi rohani anda atau tidak. Apakah kehadirannya membuat anda rajin berdoa atau malah jadi malas berdoa sama sekali? Apakah bersamanya membuat anda jadi jatuh dalam dosa atau tidak? Poin utamanya ialah, bersama dengan dirinya harus membuat hidup rohani anda naik dan bukan turun. Jika bersama dengannya membuat rohani anda menjadi lemah, tinggalkan saja angan untuk bersamanya.

7. Bayangkan yang jauh kedepan. Maksudnya, anda harus mulai punya bayangan sebuah pernikahan dengan dirinya. Jika membayangkan untuk menjadi istri/suami nya saja membuat anda merasa aneh, jangan lanjutkan. Bayangkan juga apakah ia bisa menjadi ayah/ibu yang baik bagi anak-anak anda nanti. Kalau sikap dan karakternya sangat meragukan untuk itu, berarti ini sebuah lampu merah untuk anda.

8. Orang lain harus dihargai. Pendapat orang tua, pendapat sahabat, pendapat pimpinan, harus anda dengarkan. Biasanya mereka yang sudah "buta oleh cinta" tidak bisa melihat segala sesuatu dengan objektif. Karena itu pendapat orang penting dipertimbangkan. Jika semua orang terdekat anda berkata tidak, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda.

Jika hampir semua dari 8 hal sederhana diatas mengarah ke sesuatu yang negatif tentang orang yang anda sukai tersebut, mengapa anda harus pusing lagi? Masyarakat boleh menyebarkan kebohongan bahwa "anda harus punya pacar!!". Padahal tidak. Begitu banyak perceraian yang terjadi karena kebohongan ini.

Mereka memaksakan diri berpacaran dengan orang yang salah hanya karena ingin punya pacar dan akhirnya menikahi orang salah itu. Dan penyesalan hanya datang terakhir: "andai aku lebih berhati-hati waktu pacaran dulu". Karena itu, tidak ada salahnya bagi anda untuk MENUNGGU sampai orang yang terbaik untuk anda dari Tuhan, tiba.

2 Kornintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?


Taken from : Cloves Community (by:GF)
http://bit.ly/gCBqwE



BERBOHONG


Tono adalah murid yang sangat nakal dan sering membolos sekolah minggu. Pada suatu hari ia ditegur oleh guru sekolah minggunya, "Tono, kenapa kamu sering bolos sekolah minggu? Kemarin sudah ketiga kalinya kamu bolos."


Tono menjawab, "Saya tidak bolos, Kak. Kemarin adik saya sakit jadi saya harus menjaga adik, karena orang tua saya bekerja."


Kakak pembinanya menukas, "Eh, kamu bohong ya. Lha kemarin kakak melihat adikmu sehat-sehat saja."

Tono berbalik menjawab dengan santai, "Lha, Kakak juga bohong. Saya kan tidak punya adik."

Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan
janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
(Imamat 19:11)

MENYETIR MOBIL


Doni: "Menyetir mobil itu gampang-gampang susah"

Divo: "Gampangnya apa?"

Doni: "Tinggal duduk di belakang setir, putar kunci kontak, injak pedal kopling, masukkan persneling satu, angkat pedal kopling pelan-pelan, injak gas pelan-pelan, mobil langsung jalan."

Divo: "Lha susahnya?"

Doni: "Susahnya... kalau mobilnya tidak ada."


TUHAN, Allah kita,

memerintahkan kepada kita

untuk melakukan segala ketetapan itu

dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita,

supaya senantiasa baik keadaan kita

dan supaya Ia membiarkan kita hidup,

seperti sekarang ini. Dan kita akan menjadi benar,

apabila kita melakukan segenap perintah itu

dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita,

seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

(Ulangan 6:24-25)


http://bit.ly/fyHtMB


BUKAN LAGI PERBUATAN BAIK ATAU BURUK

Apakah anda pernah semalaman tidak tidur karena harus membuat kue-kue kering yang berbentuk hati untuk putri Anda yang duduk di kelas tiga sekolah dasar karena dia akan merayakan hari Valentine bersama-sama dengan teman-temannya, tetapi keesokan harinya putri anda mengambil hasil jerih payah anda itu lalu berlari keluar pintu tanpa mengucapkan “Terima kasih, Mama ?”

Apakah Anda pernah bekerja lembur untuk menolong melatih orang yang akan menggantikan posisi anda... dan anda sudah bersusah payah melakukan itu, tetapi tidak ada orang yang memperhatikan dan berkata bahwa mereka menghargai upaya yang telah Anda lakukan ?

Kita hidup di dalam sebuah dunia di mana kita ingin dihargai, kita mengharapkan upah atau pujian atas perbuatan baik yang sudah kita lakukan. Akan tetapi, kita juga hidup di dalam sebuah dunia dimana kita mendapatkan kritik atas perbuatan yang tidak baik. Sayangnya, kita semua sudah terbiasa dengan kata-kata seperti ini, “Ibu, kue-kue itu keras sekali. Gigi Bobby lepas karena makan kue itu.” Atau “Bersyukurlah, akhirnya kita bisa mendapatkan seseorang yang dapat mengetik!” Pujian dan kritik. Begitulah sistem ini berlaku, dan kita sudah terbiasa dengan hal itu.

Akan tetapi Yesus, Saat Dia hidup di dunia ini menjungkirbalikkan sistem tersebut. Dia tidak menekankan pada nilai perbuatannya, tetapi pada nilai manusianya.

Contohnya, saat Yesus bertemu dengan perempuan samaria di dekat sumur (Yohanes 4), Dia sudah tahu bagaimana latar belakang atau masa lalu perempuan ini. Pada kenyataannya, Dia mengejutkannya dengan mengatakan kepadanya tentang kelima suaminya dan juga bahwa laki-laki yang tinggal bersamanya itu bukan suaminya. Disamping itu, yesus memandangnya bukan pada perbuatannya, tetapi pada sosok manusianya. Karena mengetahui bahwa dia begitu haus untuk bisa memiliki sebuah hubungan yang berarti, Yesus menawarkan kepadanya air kehidupan yang, jika dia meminumnya, akan memuaskan dahaganya itu.

Saat Yesus berjalan melewati kota Yerikho (Lukas 19), seorang laki-laki yang bertubuh pendek bernama Zakeus memanjat sebatang pohon supaya dia bisa melihat Yesus. Saat Yesus berjalan melewatinya, Dia berhenti, melihat ke atas ke arah pohon itu, lalu memanggilnya, “Zakeus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (Lukas 19:5). Zakeus terkejut, orang – orang yang ada di sekitarnya menjadi heboh. Laki-laki ini adalah orang yang tidak jujur. Sebagai seorang pemungut cukai dia memeras orang-orang sebangsanya, mengantongi kelebihannya, lalu memberikan sisanya kepada pemerintah romawi. Zakeus adalah seorang warga negara yang dikucilkan oleh teman-teman sebangsanya. Namun, sikap Yesus terhadapnya tidaklah demikian. Dia tidak memandang pada perbuatannya yang tidak jujur, tetapi Dia memandang sosok pribadi yang Yesus inginkan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah.

Yesus menceritakan tentang sebuah perumpamaan kepada orang-orang yang mengermuni-Nya, yaitu perempuan tentang dua orang kakak beradik, yang sulung adalah anak yang taat sedangkan si bungsu adalah anak yang bertindak menuruti keinginan hatinya sendiri (Lukas 15). Hal yang ingin Yesus ajarkan melalui perumpamaan ini adalah bahwa sang bapa mengasihi kedua anak ini dengan kasih yang sama. Pada saat anak bungsu yang sudah berkelakuan buruk itu kembali ke rumah, dia dipeluk oleh bapanya dan bahkan bapanya itu mengadakan sebuah pesta untuk menyambut kedatangannya. Anak sulung yang selalu menaati bapaknya tidak lebih dikasihi, apa yang dilakukannya itu tidak membuat bapanya lebih mengasihinya daripada anak bungsu yang sudah melakukan banyak kesalahan. Sang Bapa mengasihi keduanya dengan kasih yang sama.

Pesan ini tidak mampu dipahami oleh orang-orang yang hidup pada zaman Yesus. Bukan hanya karena sistem sosial mereka yang seperti itu, tetapi juga karena sistem keagamaan mereka yang membatasi mereka dengan apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Dengan demikian sistem ini mempengaruhi kehidupan mereka. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sedang Yesus katakan! Namun, apa pun itu, yang pasti sudah mengacaukan sistem mereka dan membuat mereka menjadi marah atau kebingungan.

Apakah ada seseorang di pandang baik menurut Allah? Tidak seorang pun Karena jika bukan perilaku kita yang menyalahkan kita, pikiran kitalah yang menyalahkan kita. Allah mengetahui hal itu, dan oleh sebab itulah Dia tidak memandang perbuatan kita yang tidak sempurna tetapi Dia mengasihi dan menerima kita apa adanya. Yesus memberikan kasih karunia semacam ini di kayu salib dengan cara mati bagi dosa yang menyebabkan kita melakukan perbuatan yang buruk. Ini sungguh-sungguh sederhana bukan?

Tidak ada yang dapat lebih memerdekakan kita selain menerima kebenaran yang luar biasa itu. Pada saat kita mau mengakui keberadaan kita bahwa perbuatan kita tidak akan pernah memenuhi standar Allah, kita akan berhenti untuk berusaha membuat diri kita sendiri cukup baik dan memusatkan perhatian kita untuk menjalin sebuah hubungan dengan Dia. Rata Tengah

Sebuah hubungan yang didasarkan pada kasih yang mengasihi kita dan pada kasih karunia terlepas dari apa pun yang kita lakukan, telah membuat kita menjadi luluh di dalam rasa syukur, kerendahan hati dan kelembutan. Saat kita mengetahui bahwa Allah tidak memandang perbuatan kita, tetapi Dia memandang pada diri seorang wanita yang Dia kasihi, kita tidak dapat menahan diri lagi untuk masuk ke dalam pelukan-Nya, dan mengenali lagi bahwa hanya inilah yang dapat memuaskan dahaga kita selama ini.


Tidak ada yang benar, seorang pun tidak

ROMA 3:10


http://bit.ly/efFNK3


MENUNGGU MOBIL

Ada seorang anak SD kelas 1 yang amat lugu namanya Alya. Ia disuruh oleh ibunya untuk membeli cabai di warung depan di seberang jalan rumahnya, "Nak, belikan ibu cabai di warung depan, tapi kalau mau menyeberang hati-hati, tunggu mobil lewat dulu ya."

Alya segera menjawab, "Iya, Bu."

Setelah ditunggu 30 menit, Alya masih belum kembali. Lalu ibunya keluar rumah. Didapatinya Alya masih menunggu di pinggir jalan.

Ibunya bertanya, "Alya, kok kamu malah menunggu di situ, tidak beli cabai?"

Alya menjawab dengan polos, "Iya, Bu. Soalnya aku nunggu mobil lewat, dari tadi yang lewat motor terus, Bu."


"Ingatlah, jangan menganggap rendah
seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang
wajah Bapa-Ku yang di sorga."
(Matius 18:10)

DOA SEORANG IBU

Seorang ibu yang sangat menyayangi anak laki-lakinya mendatangi seorang dewa dan berdoa agar anaknya -- yang punya hobi balap mobil -- diberikan sebuah mobil balap yang canggih. Si dewa datang dengan naik kuda dan berkata, "Pulanglah segera dan sampai di rumah nanti kamu harus memotong kerbau dan tanamlah kepala kerbau itu di belakang rumah."

Si ibu langsung pulang dan melakukan apa yang diperintahkan dewa tersebut. Seminggu kemudian dia mendapatkan undian sebesar satu milyar dan segera dibelikan mobil untuk anaknya. Tetapi setelah sebulan mendapatkan mobil tersebut, si anak mendapatkan kecelakaan pada suatu lomba dan akhirnya meninggal dunia.

Si ibu sangat sedih dan kembali mendatangi dewa, "Oh, Dewa. Dulu engkau memberikan mobil untuk anakku sehingga aku ikut bahagia, tetapi sekarang dia meninggal. Kenapa engkau tidak menjaganya, sehingga dia mengalami kecelakaan ya, Dewa?"

"Ya... Ibu, bagaimana saya bisa menjaga anak ibu. Dia naik mobil canggih, sedangkan saya cuma naik kuda, bagaimana saya bisa menjaganya?" jawab dewa tersebut tanpa rasa bersalah.


Janganlah kamu melupakan perjanjian
yang telah Kuadakan dengan kamu
dan janganlah kamu berbakti kepada allah lain
(2 Raja-raja 17:38)


SANG PUTRI BERBULU

“Bagaimana jika kita merubah posisi perabotan milik kita ?” tanya Ken pada suatu hari Minggu pagi saat kami minum teh. “Kita akan menaruh sebuah sofa di dekat jendela dan dua buah kursi di depan perapian.” Selama Abertahun-tahun saya sudah mengetahui bagaimana jelinya mata Ken dalam mengatur letak perabotan.

“Kedengarannya bagus, Sayang,” kata saya, “tetapi apakah kau siap menghadapi reaksi emosional Ashley?”

Ashley adalah anjing spaniel kami yang bereaksi begitu kuat terhadap semua perubahan yang dilihatnya. Dia tidak menginginkan ada yang berubah. ‘Semua benda harus apda tempatnya masing-masing. Jika tidak , dia akan mengeluarkan salah satu perbendaharaan “mantra-mantranya.” Tidak perduli apakah perubahan itu besar atau kecil; dia merasa bahwa setiap perubahan yang terjadi harus diprotes. Saya akan memberi contohnya.

Seorang teman singgah di rumah kami suatu pagi dan entah bagaimana dompetnya terjatuh di lantai saat kami menuju ke “kursi ngobrol” di dekat jendela. (Ini terjadi sebelum adanya perubahan posisi perabotan sepertiyang kami rencanakan.) Tak lama kemudian Ashley, yang tidak mau kehilangan apapun, masuk ke dalam ruangan. Saat melihat dompet teman saya tergeletak di atas lantai, dia melangkah mundur sampai akhirnya berhenti dengan kedua belah pasang kakinya yang kaku, menatap dompet itu, lalu menyalak dengan dramatis. Sambil berjalan perlahan mengelilingi dompet itu, dia menggonggong, mengeram, dan mukanya cemberut sampai teman saya akhirnya menaruh dompetnya di belakang kursi. Perlahan-lahan Ashley menjadi tenang, tetapi nyata sekali kalau kunjungan itu telah membuatnya merasa terganggu

Saat Ken memperhitungkan biaya yang harus kami keluarkan untuk mengganti perabotan, dia memperhatikan bahwa Ashley sedang berada di luar sambil tidur-tiduran di bawah cahaya matahari. Dia tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi sampai semua perubahan itu sudah selesai dilakukan.

Beberapa jam kemudian, Ashley bangun dari tidurnya lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Dengan segera dia mengetahui bahwa perubahan-perubahan yang “tidak sah” sudah terjadi selama dia tidak ada. Setelah dia menggonggong terus menerus sampai suaranya serak, dia keluar dari ruang keluarga dengan marah dan berdiam diri di “Area tidur”-nya selama beberapa hari. Kami mengiriminyamakanan dan air minum. Perlahan-lahan dia mulai menyadari bahwa sofa itu berada di tempat yang lebih baik karena dari sana dia bisa melihat keluar! (tentu saja, dia diperbolehkan untuk berbaring di atas sofa itu!) Ini membuatnya bisa mengawasi lingkungan sekitar tanpa harus keluar dari suasana rumah yang nyaman.

Mungkin trauma yang paling besar yang dirasakan oleh sang Putri berbulu ini adalah saat kami memiliki sebuah mobil baru. Kandangnya terletak di sebuah ruangan kecil yang berdampingan dengan garasi, dan walaupun dia tidak dapat melihat mobil dengan begitu jelas, kedua tempat itu sangat dekat.

Pada malam pertama mobil baru itu ada di dalam garasinya, Ashley, yang belum diperkenalkan pada benda itu, seperti biasa berlari-lari kecil menuruni tangga menuju kandangnya, Kami berdiri di balik pintu sambil menahan napas. Tidak terdengar suara apa-apa ... tidak ada gonggongan ... tidak ada respons sama sekali. Menurut Ken, itu karena gelap, sehingga Ashley tidak bisa melihat mobil itu. Maksud kami adalah nanti kalau matahari sudah terbit, perlahan-lahan kami akan membujuknya untuk bisa menerima persahabatannya dengan mobil yang baru itu.

Akan tetapi, sekitar pukul satu dini hari kami dibangunkan oleh suara gonggongan galak yang menyiratkan rasa ketakutan. Ashley telah melihat mobil itu. Karena takut suara gonggongannya mengganggu tetangga sebelah, denan cepat ken berlari menuruni tangga dan membawa Ashley ke atas beserta tempat tidurnya lalu meletakkannya di dalam kamar kami, sesuatu yang tidak biasa dilakukannya. Ashley mendengking-dengking sepanjang malam, tetapi setidaknya dia tidak menggonggong keras-keras.

Karena Ken menggunakan mobil itu untuk bekerja tahun selama seharian, saya tidak memiliki kesempatan untuk membuat Ashley bisa berkawan dengan mobil itu. Setiap malam dia sepertinya lupa akan benda asing yang ada di dalam garasi saat dia baru masuk ke dalam kandangnya. Namun kemudian saat tengah malam, rupanya dia bisa merasakan kehadiran benda itu di dekatnya.

Malam yang keempat, pukul dua dini hari, merupakan malam yang paling mempengaruhi Ashley. Dengan jengkel Ken turun dari tempat tidur dan mengatakan bahwa dia punya sebuah gagasan untuk membawa Ashley berjalan-jalan dengan mobil itu

“Apakah kau akan membuangnya di suatu tempat?” tanya saya penasaran sambil mengenakan celana jin dan kaos lengan panjang.

“Percayalah kepadaku” hanya kitu yang dikatakannya.

Ken menyuruh saya menggendong spaniel yang sedang meronta-ronta, menggeram, dan menggongong itu. Lalu kami masuk ke dalam mobil untuk memulai apa yang disebut Ken sebagai “perjalanan penjinakan.:” Paling sedikit selama satu jam Ashley menggeram-geram dengan tubuh yang kaku di dalam pelukan saya. Diiringin alunan musik lembut dan berkata-kata yang menenangkannya dengan penuh kasih dari kami berdua, Ashley mulai agak tenang satu setengah jam kemudian dengan jarak yang puluhan kilometer jauhnya dari rumah,, dia tergeletak kelelahan diatas pangkuan saya dan mulai tertidur. Sejak itu dan seterusnya, Ashley hidup dengan damai bersama dengan “teman”-nya itu. Malahan sekarang, salah satu kegiatan favoritnya adalah naik mobil itu.

Sebenarnya saya tidak suka untuk mengatakan bahwa kelakukan saya sering kali mirip dengan ashley. Ada beberapa karunia yang “Allah berikan yang saya tentang habis-habisan hanya untuk mendapatkan bahwa pada saat saya tidak lagi melakukan penolakan, saya menuai berkat yang begitu besar . Contohnya, saya memang tidak secara terang – terangan menolak konsep tentang kasih karunia, tetapi saya berusaha untuk mendapatkannya beribu-ribuu kali. Sepertinya saya ngotot untuk berpegang pada gagasan yagn salah bahwa saya harus membuat diri saya cukup baik agar layak menerima kasih karunia itu. Seberapa sering Allah memeluk roh pemberontakan saya yang kaku sampai akhirnya, dengan suara musik sorgawi yang saya dengar, saya terbaring tenang dan bisa menerima anugerah-Nya? Ashley belajar hal itu hanya dalam waktu semalam saja

APA YANG TIDAK PERNAH DILIHAT OLEH MATA,

DAN TIDAK PERNAH DI DENGAR OLEH TELINGA,

DAN YANG TIDAK PERNAH TIMBUL DI DALAM HATI MANUSIA,

SEMUA YANG DISEDIAKAN ALLAH UNTUK MEREKA YANG MENGASIHI Dia

(1 Korintus 2:9)

PERIODE KASIH KARUNIA

Suami saya, George, dan saya diberkati dengan keadaan keuangan yang sangat baik sejak kami menikah pada tahun 1961 sampai tahun 1986. Selama itu, kami tidak pernah didatangi oleh seorang penagih utang atau menerima surat-surat tagihan di dalam kotak surat kami. Kami selalu mampu membeli apa pun yang kami inginkan. Saat anak-anak kami masih kecil, saya seorang ibu yang selalu berada di rumah. Ketika mereka mulai masuk sekolah tman kanak-kanak, saya kembali bekerja, bukan karena saya harus melakukannya tetapi karena sayamenginginkannya. Saya adalah seorang pegawai sebuah bank swasta terbesar di Texas, dimana saya bisa mendapatkan kekuasaan, prestise, nama baik, otoritas, jaminan, dan gaji

Pada tahun 1980, saya memutuskan untuk memulai profesi sebagai seorang pembicara. Dengan mengajar di American Institute of Banking, saya telah membuka pintu untuk menjadi seorang pembicara pada institusi-institusi keuangan di seluruh negara. Bisnis saya berkembang pesat pada tahun 1984, saat saya mengundurkan diri dari bank dan kemudian sepenuhnya menjadi seorang pengusaha. Buku agenda saya penuh dengan jadwal untuk menjadi pembicara di mana-mana dan kontrak untuk pelatihan jangka panjang. Uang bukan lagi menjadi tujuan utama saya, karena dengan sendirinya sudah mengalir dengan deras sampai tahun 1986

Anda tahu apa yang terjadi. Bisni perbankan mulai merosot tajam. Dalam waktu enam minggu saya kehilangan semua kontak pada saat hampir semua bank di Texas ambruk.

Saya tidak memiliki kemampuan apa-apa di luar perbankan. Akan tetapi, saya tidak patah semangat, karena saya berpikir bahwa saya masih dapat memasarkan dengan baik supaya bisni saya bisa degan cepat pulih kembali. Namun, tidaklah demikian yang terjadi! Selama satu tahun saya melakukan berbagai upaya seperti mengirimkan brosur-brosur, bergabung dengan organisasi-organisasi jaringan kerja, menulis untuk surat kabar, bersosialisasi, bergaul dengan banyak kalangan, dan melakukan semua yang bisa saya lakukan untuk dapat bekerja kembali. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil!

Uang simpanan kami mulai habis. Selama keadaan keuangan kami sangat baik, saya terlalu boros dan tidak perhitungan dalam menggunakan kartu kredit sehingga saya menjadi orang yang dicari-cari olehy beberapa penagih utang.

Meskipun saya sudah melayangkan surat kepada semua kreditor saya untuk menjelaskan situasi yang kami alami, tetapi itu tidak menolong saat saya harus memenuhi panggilan mereka. Oleh karena itu, saya memanfaatkan situasi saya dan waktu mereka untuk memberitakan Yesus. Pada saat seorrang penagih utang datang, saay akan bertanya kepadanya apa yang akan dilakukannya seandainya dia berada pada posisi saya. Terkadang pertanyaan saya akan memancing sebuah percakapan. Namun lain waktu, penagih utang itu akan bersikap kasar dan bermusuhan. Atau pada saat-saat lainnya, saya hanya akan mendengarkannya, lalu memberikan tanggapan yang saya anggap sebagai tanggapan yang ramah dan yang memang harus saya katakan. Sebenarnya saya mulai menganggap bahwa situasi keuangan yang tidak menyenangkan ini merupakan sebuah berkat dari allah yang memeri saya kesempatan untuk berbicara dengan orang lain. Saya memiliki sebuah telepon kerja yang dapat digunakan untuk membantu membawa orang-orang masuk kedalam kerasaan Allah!

Selama masa keuangan kami yang buruk ini Allah menggerakkan tiga orang dari para kreditor itu untuk memberikan kelonggaran waktu pembayaran. Dua orang memberi saya kelonggaran dalam pembayaran kartu kredit. Yang seorang tidak lagi mengirimkan tagihan-tagihannya. Sejak tiga belas tahun yang lalu, mereka tidak pernah lagi mendatangi saya! Saya memang sering mendengarkan tentang kelonggaran waktu yagn diberikan untuk membayar hutang, tetapi saya tidak pernah mendengar tentang apa yagn telah saya alami sendiri. Kreditor itu membebaskan saya dari semua utang saya. Semua kreditor saya bersikap begitu baik. Oh. Anugera yagn luar biasa!

Sebenarnya saya tidak layak menerima kebaikan yang mereka tunjukkan kepada saya. Kemudian masa-masa yang baik kembali lagi. Kontrak-kontrak baru mulai berdatangan. Uang mengalir kembali. Saya bisa membayar semua tagihan dan mulai bisa berdiri tegak kembali. Semua yang saya kira sudah hilang selama masa buruk itu, dapat kami peroleh kembali, bahkan lebih banyak lagi.


Para kreditor saya menunuukkan sikap yang baik, penuh, dengan belas kasihan, pengampunan, dan toleransi. Pada akhirnya utang-utang saya terlunasi. Semuanya !

Sikap yang ditunjukkan oleh para kreditor saya hanya merupakan sebagian kecil dari sikap yagn Allah tunjukkan kepada kita. Pada saat anda dan saya berkubang di dalam dosa dan memiliki utang yang tidak pernah mampu kita bayar, Yesus melunasinya diatas Kalvari dengan cara mencurahkan darah-Nya, kita memiliki jaminan untuk mendapatkan pengampunan dan keselamatan. Kita tidak melakukan apa pun yang dapat membuat kita layak menerimanya. Hanya karena Dia menginginkan sebuah persekutuan yang sangat erat antara kita dengan Dia dan persekutuan tersebut tidak akan pernah dapat terwujud jika utang kita belum terlunasi, maka Bapa kita mengirim Anak TunggalNya untuk melunasi utang-utang kita. Semuanya.

Anugerah kasih karunia yang ajaib, tak terbatas dan tiada taranya! Ini adalah milik Anda, sahabatku Terimalah

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,Rata Tengah

Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar,

Supaya Ia membawa kita kepada Allah

1 Petrus 3:18

JENGKEL

Pilot ke menara, pilot ke menara... Saya 300 mil dari daratan... 600 kaki di atas permukaan air... dan mulai kehabisan bahan bakar... mohon instruksinya..!!"

"Menara ke pilot... menara ke pilot... ulangi kata-kata saya, 'Bapa kami yang di surga...'"



Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan
sehingga orang terhindar dari jerat maut.
(Amsal 14:27)


NILAI

Ibu: "Bagaimana ulangan matematikamu hari ini, Nak?"
Anak: "Dari lima soal, Anto cuma salah satu."
Ibu: "Wah, hebat dong anak Ibu! Pasti nilaimu bagus!"
Anak: "Tidak juga sih, Bu. Yang empat puluh sembilan lagi lupa Anto kerjakan."


Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya.
(Amsal 17:25)

MAIN PIANO

Setiap hari, Roni semangat belajar bermain piano. Ketika sedang
bermain piano ditemani ibunya, tiba-tiba seseorang datang, "Permisi,
Bu. Selamat siang, saya guru piano anak ibu."

Si ibu menjawab, "Lho, saya merasa tidak memanggil guru piano!".
Jawab guru piano, "Memang, Bu. Tetapi tetangga-tetangga ibulah yang
menyuruh saya kemari."


Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau
harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau
mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
(Imamat 19:17)


CINTA YANG MEMBANGUN

Cinta yang membangun tidak berjalan meraba-raba dalam ekbutaan. Kita tahu apa yang benar dan apa yagn salah; kita tidak bisa membedakan antara apa yang baik dan apa yang jahat. Sebaliknya, dalam cinta yang menghancurkan, kita tidak dapat membedakan keduanya. Semua diukur dari sudut kepentingan, selama kepentingan terpenuhi, maka semuanya menjadi benar dan baik. Tidak demikian dengan cinta yang membangun. Kita tahu benar- salah dan baik buruk: mana yang menjadi kehendak Tuhan dan mana yang tidak berkenan di hati Tuhan. Tidak peduli berapa besarnya cinta, kita tetap berpijak pada kebenaran. Kendati kita diuntungkan, jika ia salah, maka ia tetap salah.

Cinta yang membangun mempertimbangkan kepentingan orang yang kita kasihi sehingga kita tidak mau berbuat semaunya dan tidak bersedia mengeruk keuntungan di atas kerugian orang. Kita berhati-hati dengan diri sendiri sebab kita menyadari bahwa kita pun berpotensi menginjak kepentingan orang guna memperoleh apa yang kita inginkan. Kita tidak membiarkan kecenderungan ini berkembang biak sebab kita tahu, sekali kita lepaskan, maka selamanya kita terjerat dalam hubungan yang tidak adil.

MELINDUNGI

Firman Tuhan menegaskan bahwa kasih menutupi segala sesuatu. Kata “menutupi” di sini bermakna “melindungi”. Jadi firman Tuhan mengajarkan bahwa kasih melindungi segala sesuatu. Pertanyaannya adalah, apakah yang dilindungi oleh kasih ? cinta kasih melindungi orang yang dikasihi dan hubungan kasih itu sendiri.

Cinta yang membangun adalah cinta yangmelindungi hubungan kasih itu sendiri. Banyak orang dapat memulai hubungan kasih, namun sayangnya tidak terlalu banyak yang bisa melindungi-nya. Dengan berjalannya waktu, kita semakin sembarangan dan tidak menghargai hubungan itu. Kita mulai menyia-nyiakannya sebab kita beranggapan bahwa hubungan itu akan tetap kuat. Kita tidak merawatnya dan membiarkannya sendirian.

Sama seperti tanaman, hubungan kasih juga memerlukan perawatan. Tanpa perawatan sebuah hubungan akan mati atau bertumbuh liar, tidak terurus. Saya telah melihat begitu banyak hubungan nikah yang pada akhirnya kering dan rusak karena tidak cukup dirawat. Pertengkaran berlimpah ruah sebab segala sesuatu berkembang menjadi kesalahpahaman, bak tanaman yang bertumbuh liar. Sebagian hubungan, bak dahan yang kering karena tidak mendapat siraman perhatian, akhirnya mudah terbakar dan patah. Masalah sekecil apa pun cukup kuat untuk menyulut api kemarahan dan membuat sebuah hubungan rapuh dan layu. Itu sebabnya sebuah hubungan perlu dilindungi agar tidak kering dan mati.

Cinta yang membangun melindungi orang yang kita kasihi. Kita menjaganya darihinaan atau cercaan orang. Kita menlindunginya dari bahaya yang mengintip, kita melindunginya sebab kita mengasihinya. Kita tidak ingin melihat hal yang buruk terjadi padanya, oleh sebab itu kita memagarinya baik-baik. Bak permata, kita menyayangi dan memperlakukannya dengan penghargaan yang dalam.

MEMPERCAYAI

Firman Tuhan mengatakan bahwa kasih selalu mempercayai. Tuhan tahu bahwa kita tidak selalu berhasil menepati janji, namun dia selalu percaya kepada kita. Sewaktu kita datang kepada-Nya dengan pertobatan, Dia selalu siap menerima dan memberi kepercayaan kembali kepada kita. Inilah kasih dan seperti inilah seharusnya kita mengasihi.

Kasih tidak dapat bersanding dengan kecurigaan. Begitu kita kehilangan kepercayaan, maka kita kehilangan kasih. Itu sebabnya kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan bila kita tidak mempercayai-Nya; sebaliknya, kita tidak bisa mengklaim bahwa kita percaya kepada-Nya jika kita tidak mengasihi-Nya. Keduanya adalah dua sisi dari satu koin yang sama.

Cinta yang membangun adalah cinta yang mempercayai orang yang kita kasihi. Kita percaya akan kejujurannya, ketulusannya, kesetiaannya, dan kasihnya kepada kita. Cinta yang mempercayai berangkat dari kacamata yang positif, bukan negatif. Kita tidak sembarangan menuduh karena kita berangkat dari percaya dan kepercayaan dalam membangun hubungan. Tatkala kita dipercaya, kita merasa berharga dan sebagai balasan, kita semakin ingin dipercaya dan semakin bersemangat dalam melakukan hal-hal yang positif. Alhasil, hubungan bertambah kuat dan cinta pun semakin berakar.

Cinta yang menghancurkan berangkat dari kecurigaan karena memaksa untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Itu sebabnya cinta yang menghancurkan selalu berlatar kecurigaan karena di dalamnya terkandung sebuah ketakutan. Kita takut kehilangan orang yang dapat membuat kita bahagia; kita takut dikhianati dan dilukai; kita takut kehilangan makna hidup bila ia pergi meninggalkan kita.

Karena takut maka kita berjaga-jaga dan isi dari berjaga-jaga adalah kecurigaan. Itu sebabnya dalam cinta yang menghancurkan kita tidak pernah mengalami kemerdekaan sejati. Ia selalu mengawasi dan menjaga kita; ia senantiasa mencurigai kita sebab kecurigaan adalah alat untuk memantau perbuatan kita. Ketakutan melahirkan kecurigaan dan pada akhirnyakecurigaan menghancurkan hubungan cinta.

BERHARAP

Firman Tuhan mengajarkan bahwa kasih selalu berharap. Oleh karena Tuhan mengasihi kita, maka Dia selalu berharap bahwa kita akan menyambut uluran tangan-Nya. Itulah sebabnya dia tidak pernah berhenti memanggil kita, orang yang berdosa

Cinta yang membangun adalah cinta yang berisikan harapan karena di dalam cinta yagn membangun selalu tersedia keinginan untuk melihat perubahan dan pembaruan pada diri orangyang kita kasihi. Kita menyadari segala kelemahan dan ketidaksempurnaannya, namun kita terus berkeinginan untuk melihatnya dalam kondisi yang lebih baik. Saya teringat Monika, ibunda dari Agustinus, salah seoragn teolog Kristen yang berpengaruh. Kendati sebelum pertobatannya Agustinus hidup bergelimang dalam dosa, namun Monika tidak pernah berhenti berdoa untuk putranya. Monika berdoa sebab ia berharap dan pada akhirnya doanya dikabulkan oleh Tuhan. Agustinus bertobat dan menjadi seorang manusia yang baru. Itulah cinta yang membangun: cinta yang ingin melihat diri yang terbaik pada orang yang kita cintai.

Cinta yang membangun tidak mudah kehilangan harapan sebab dasarnya dalam dan kuat. Dasar cinta yang membangun aalah memberi dan berkorban; itulah sebabnya cinta yang membangun tidak mudah goyah meski angin mengguncangnya. Cinta yang menghancurkan tidak memiliki fondasi yang dalam dan kuat karena dasarnya adalah kebahagiaan pribadi, bukan memberi dan berkorban. Dengan kata lain, cinta yang menghancurkan mudah patah sebab isinya adalah menerima; tatkala tidak ada lagi yang diterima, maka pupuslah harapan. Sebaliknya, di dalam memberi selalu ada kekuatan karena tanpa menerimapun, kita tetap dapat memberi

Tuhan dapat berharap karena Dia tidak tergantung oleh perbuatan kita. Dia terus memberi karena pemberian-Nya tidak didasarkan atas apa yang diterimaNya dari kita. Kendati menerima sedikit atau bahkan tidak sama sekali, Dia tetap memberi. Kekuatan-Nya untuk memberi berasal dari kasih-Nya yang tidak terbatas. Jika kita memiliki kasih yang membangun, kita tidak bergantung pada penerimaan. Meski menerima sedikit, kita tetap dapat menerima banyak.

Cinta yang membangun melihat bagian terbaik dari orang yagn kita kasihi; sebaliknya, cinta yang menghancurkan hanya melihat bagian terbaik dari diri kita sendiri. Kita luput melihat pasangan kita, apalagi bagian terbaiknya, karena terlalu sibuk melihat diri sendiri. Harapan dalam cinta yang menghancurkan hanyalah berisikan pertanyaan, “Apa yang dapat kauberikan kepadaku?” Di dalam cinta yang membangun harapan berisikan jawaban, “Kau sudah memberikannya kepadaku.”

BERSEDIA MENDERITA UNTUK DIA

Firman Tuhan mengajarkan bahwa kasih sabar menanggung segala sesuatu Dengan kata lain, di dalam kasih ada ketabahan dan ketangguhan. Tuhan Yesus telah membuktikan Kaasih-Nya melalui penderitaan-Nya di atas kayu salib. Dia tabah dan terus bertahan dalam kesakitan-Nya sebab Dia mengasihi kita. Kasih membuat-Nya kuat dan tangguh, bahkan dalam kesengsaraan yagn amat sangat.

Cinta yang menghancurkan tidak sabar menanggung kesakitan sebab tuuannya hanyalah satu yakni kenikmatan. Begitu kenikmatan berhenti, maka berhenti pulalah cinta. Selama cinta masih memberi kepuasan, selama itu pulalah hubungan berlangsung. Begitu hubungan tidak lagi berbuah manis, dengan cepat kita bergegas menebang pohon hubungan cinta. Itulah akhir dari cinta yang menghancurkan.

Sebaliknya, cinta yang membangun tahan dan tangguh sebab tujuan akhir cinta tidak pernah berupa kepuasan dan kenikmatan pribadi. Kita mencintai karena ingin memberi dan di dalam memberi kita menemukan kekuatan untuk bertahan. Mungkin ia tidak seindah dahulu, tidak sekuat dahulu, tidak sesukses dahulu, tidak semuda dahulu, tidak memuaskan seperti dahulu, namun ia adalah orang yang kita cintai. Kepadanya kita telah berkomitmen untuk memberi apa yang terbaik dan melihat apa yang terbaik pada dirinya. Kita bersedia berkorban dan tidak memperoleh apa yang kita dambakan sebab kita tahu bahwa kita ada di dalam hubungan ini untuk memberi, bukan menerima.

Tuhan yesus berkata bahwa Dia datang untuk melayani bukan untuk dilayani, bahkan untuk memberkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat. 20:28). Itu sebabnya Dia kuat menanggung segala sesuatu. Dia masuk ke dalam hubungan dengan manusia berdasarkan satu tujuan yang jelas untuk melayuani. Pada waktu kita mulai bepikir bahwa kita datang untuk mendapatkan, pada saat itu pulalah kita dan cita mulai melemah. Cinta yang membangun adalah cinta yang kuat karena datang untuk melayani bukan untuk dilayani.